Rabu, 09 Juni 2010

Daftar seafood 'terlarang' Malaysia


Para pakar lingkungan mendesak warga Malaysia tak lagi mengkonsumsi ikan Pari, Bawal, Hiu, Lobster, dan makanan laut populer lain. Jumlah spesies laut itu kini makin menipis.

Konsumsi makanan laut Malaysia adalah kedua terbesar di Asia setelah Jepang. Dalam satu tahun, menurut World Wildlife Fund (WWF) Malaysia, Selasa, 8 Juni 2010, warga Malaysia rata-rata memakan 45 kilogram makanan laut (seafood).

Data ini berdasarkan statistik tahun 2007. Bersama kelompok lingkungan setempat, WWF mendesak konsumen tidak memakan 21 spesies makanan laut, dan berpikir dua kali sebelum melahap 13 jenis makanan laut lain yang terancam keberadaannya.

Daftar seafood "terlarang" itu dicantumkan dalam buku panduan 'Save our Seafood'. Direktur WWF, Dionysius Sharma, mengatakan, pasokan makanan bawah laut Malaysia, termasuk Lobster, merosot hingga 90 persen di lokasi-lokasi tertentu antara 1971 dan 1997.

"Kita tidak bisa membiarkan penipisan kehidupan laut di lautan kita terjadi," kata Sharma dalam pidatonya saat meluncurkan buku panduan 'Save our Seafood'.

Sharma menambahkan, merosotnya kehidupan laut akan membahayakan sumber makanan utama, dan memusnahkan industri perikanan. Untuk itu, rakyat Malaysia diminta tidak mengkonsumsi antara lain Bawal Hitam dan Putih, ikan Pari, Lobster Slipper, Udang Mantis, Hiu dan beberapa jenis Kerapu.

Pelahap seafood juga diminta mengurangi konsumsi Kakap, Teripang, Kepiting, dan Udang. Konsumen mendapat lampu hijau untuk menyantap 17 jenis seafood, antara lain Tiram, Kerang Hijau, dan Teri karena jenis makanan laut itu tidak tereksploitasi berlebihan.

Daftar seafood "terlarang" ini disusun berdasarkan studi selama 21 bulan yang dilakukan WWF. Antara lain melakukan survei pasar ikan dan mendokumentasikan pola kebiasaan konsumsi makanan laut warga Malaysia. (Associated Press/np).

Daftar seafood 'terlarang' Malaysia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mel_anie

0 komentar:

Posting Komentar