Kamis, 03 Juni 2010

Cegah dan Kendalikan Stres Yuk!!


Wah Alhamdulillah PLN baik hati ga' jadi madamin lampu rumah ku malam ini :) yippy mayan sambil posting dulu deh lama ga ngeblog hehehe… Yuk ah langsung ajah lets talk about "stres" wow… pasti udah sering denger kata yang satu ini toh? Atau bahkan ngalamin sendiri… hemmm… langsung aja yuk kenalan sama yang namanya "Stres" menuju TeKaPe……yuuuuukkk!!
Kata stres bermula dari sebuah kata latin "stringere" yang berarti ketegangan, dan tekanan. Stres merupakan reaksi yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya tuntutan lingkungan pada seseorang. Keseimbangan antara kekuatan dan kemapuan terganggu. Bilamana stres telah mengganggu fungsi seseorang, dinamakan distres. Distres kebanyakan dirasakan orang jika situasi yang menekan berlangsung terus menerus (tugas yang terlalu berat, atau tugas yang tidak mampu dilakukan karena situasi yang tidak kondusif atau stres yang disebabkan oleh trauma).
Jatuh cinta itu merupakan stresor bagi kita, baik yang berasal dari dalam dan berasal dari luar tubuh kita. intinya pada saat kita jatuh cinta, kita mengalami stres. Hanya saja stres yang timbul pada setiap pribadi berbeda, jatuh cinta dapat menjadi eustres (stres positif) atau distres (stres negatif).
Contoh stres positif: Pada saat kita jatuh cinta kita merasa lebih percaya diri, tertantang atau termotivasi dan membuat diri kita merasa nyaman, performa diri yang meningkat, sistem kekebalan meningkat, menjadi kuat. Atau stres negatif Pada saat kita jatuh cinta kita merasa takut, lemah, tidak percaya diri, rendah diri, kualitas diri yang berkurang, terkadang merasa cemas yang amat sangat, bahkan dapat menimbulkan frustasi yang berkepanjangan.
Hua kok jadi ngobrolin soal jatuh cintrong sih :D dah ah lanjut………….!!

Stres tidak selalu bersifat negatif. Sebaliknya stres juga dapat, untuk sementara, menghasilkan sebuah prestasi yang tinggi. Proses penanggulangan stres yang spontan ini merupakan sebuah proses kompensasi. Bila bentuk kompensasi ini berlangsung terlalu lama, stres pada akhirnya akan menemukan titik jenuh dan berbalik menimbulkan berbagai macam gejala yang sering kali tidak dapat dimengerti orang yang bersangkutan, itulah yang disebut orang akhir-akhir ini dengan istilah burnout.
Di berbagai negara, gejala stres sangat menonjol, terutama di negara maju, dimana faktor kompetitif merupakan faktor yang sangat menonjol. Di negara yang sedang berkembangpun, terutama di kota besar, penyebab stres juga tidak banyak bedanya dengan negara maju. Sedangkan di daerah yang terbelakang, dimana perjuangan hidup masih merupakan target yang utama, stres juga merupakan gejala yang cukup banyak mempengaruhi kesehatan masyarakat. Apalagi stres yang dialami orang di dalam daerah konflik, baik yang bersenjata maupun tidak, dimana keamanan merupakan faktor penting yang bila tidak diatasi, menimbulkan stres yang bersifat kolektif (trauma kolektif ). Stres kolektif inipun mudah terjadi karena bencana alam, seperti bencana Tsunami baru baru ini. Kolektif stres, adalah stres yang dialami orang banyak, terdiri dari stres primer yaitu korban langsung terkena bencana dan stres sekunder yaitu stres yang dialami oleh masyarakat luas yang secara tidak langsung menjadi korban karena mereka melihat, mendengar, atau kehilangan anggota keluarganya.
Stres kebanyakan tidak disadari oleh orang yang bersangkutan, banyak dari mereka yang pergi mengunjungi dokter karena mengalami berbagai macam keluhan fisik. Biasanya mereka tidak memperlihatkan problem emosionalnya. Hal ini disebabkan karena mereka tidak dapat mengkaitkan problem emosional dengan keluhan fisik yang diderita. Oleh karena itu, penggalian informasi dan latar belakang berbagai gejala fisik tersebut tidak bisa dikesampingkan.

Distres pada beberapa orang (tergantung tipe orangnya) bisa berkembang menjadi gangguan jiwa, baik gangguan jiwanya temporal atau permanen. Nah, gangguan jiwa ini yang identik dengan gila dalam bahasa kita sehari-hari. Sebelum stres kayak gini mendingan kamu siapin antisipasinya. Biar setidaknya kalo kamu mulai ngerasain gejala stres, kamu bisa me-manage mereka, biar ga melebar dan merusak kemana-mana… Gimana caranya? Ada beberapa cara diantaranya:
1. Bernapas dalam-dalam
Misalnya kamu lagi stres berat, coba ambil napas dalam-dalam. Biasanya orang kalo bernapas cenderung pendek-pendek. Padahal cara bernapas begini tubuh ga tenang dan lagian napas pendek-pendek memang memicu stres. Asal tahu aja ya, 70% toksin atau racun di dalam tubuh kita, dikeluarkan lewat pernapasan. So, apa susahnya sih ngebiasain diri bernapas dalam-dalam, kalo imbalannya tubuh jadi makin sehat?

2. Buang Pikiran Negatif
Konon, dalam sehari orang punya lebih dari kurang 60.000 pikiran, dan 80% dari pikiran-pikiran itu negatif. Gak kebayang apa jadinya kalo cuma pikiran negatif yang berputar di otak kamu?! Semua akan ngaruh ke pola hidup dan tingkah laku kamu, karena secara fisik pun, pastinya tubuh gak akan sehat. Stop dan mulailah mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif! Kalo perlu, bilang ke diri sendiri dan berulang-ulang dengan tekanan. "Aku kuat, aku bisa melewati ini semua dan aku bisa!"

3. Kurangi "Penyebab" stres
Gelisah, stres atau bahkan insomnia biasanya karena efek samping dari kebanyakan kafein. Orang-orang yang biasanya minum kopi, punya kecenderungan tersebut. Suatu kondisi yang bertentangan dengan metabolisme relaksasi dan ketenangan pikiran yang dilakukan oleh tubuh. Bayangin, kalo harusnya malam-malam kamu tidur, ini malah begadang (-__-" ). Berhentilah minum kopi, kalo gak bisa segera ya pelan-pelan saja :) (wah kek judul lagu na Kotak cihuyyyy I love it hehe…) Coba minum the herbal. Minuman soda atau minuman lain yang bisa menstimulasi atau ngaruh ke jaringan otak, gak usah diterusin lagi.

Nah, kalo sekarang kamu udah bisa atau mulai me-manage atau mengelola stres, kamu bisa jagain atau lanjutin ke trik-trik simpel untuk ngatasin stres. Caranya tetep gampang kok yuk liat sama-sama….Yuk Mari (ngutip ucapannya Benu Buloe hehe :) …)
1. Selalu Tersenyum
Biarpun kamu lagi ga enak, cobalah selalu tersenyum. Mungkin awalnya susah ya, tapi coba deh, kamu bakal kaget sama hasilnya. Senyum bisa ningkatin semangat kamu. Orang juga jadi berpikiran positif tentang kamu, kalo melihat kamu tersenyum, bukan sebaliknya.

2. Kontrol Diri
Orang bisa tau tentang diri kamu, atau apa yang kamu rasakan dari ekspresi wajah. Begitu juga sebaliknya kamu bisa tau perasaan orang dari ekspresi wajahnya. Cobalah, berlatih untuk mengekspresikan wajah setenang atau senetral mungkin, biarpun kamu lagi marah atau stres. Membiarkan dahi kamu berkerut gak cumin gak enak dilihat, tapi juga jadi kelihatan tua.

3. Komunikasi
Bagaimanapun situasinya, bikin semuanya berjalan mudah dan teratur dengan ngasih kesempatan komunikasi sama orang-orang yang emang ada hubungannya sama kamu, misalnya ortu. Menolak atau menutup komunikasi dengan mereka cuma membuat hari kamu makin penuh dengan kegelisahan dan ketegangan.

4.Humor
Tertawa gak Cuma baik buat jiwa kita, tapi juga tubuh kita. Begitu juga pengaruhnya ke orang lain. Tertawa bisa membuat teman-teman merasa lebih baik, apalagi kalo tujuan kita tertawa pun lebih baik. Seberat apapun persoalan, cobalah gak ninggalin selera humor kamu.

Next ada beberapa makanan pereda stres nih yuk sekalian dibaca….
1. Jeruk
Jeruk banyak mengandung banyak vitamin C yang bisa mengurangi stres. Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi 3000 mg vitamin C bisa membuat kadar kortisol dan tekanan darah menjadi normal.

2. Bayam
Kandungan magnesium di bayam meregulasi kadar kortisol. Magnesium cenderung terbuang dari tubuh waktu kita stres. Selain bayam, magnesium juga terdapat di salmon dan kacang kedelai.

3. Mengandung karbohidrat kompleks
Karbohidrat mendorong otak membuat serotonin yang bisa menimbulkan perasaan tenang. Pilih makanan berkarbohidrat kompleks yang gampang dicerna, misalnya sereal, roti, pasta, dan juga oatmeal. Karbohidrat kompleks juga bisa membuat kadar gula darah menjadi stabil.

4. Mengandung karbohidrat sederhana
Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, misalnya permen dan soda bisa mengurangi stres dalam waktu singkat. Kandungan gula di dalamnya bila dicerna menghasilkan kadar serotonin yang cukup tinggi.

5. Ikan Omega-3
Ikan yang mengandung omega-3 seperti tuna dan salmon selain mengurangi stres, juga baik ntuk memproteksi jantung. Biar maksimal, makan 3 ons ikan omega-3 seminggu 2 kali.

Finally kelar juga bahasan kita soal stres hoamphh….So, mudah-mudahan bahasan ini dapat bermanfaat buat kita yah!!
Kenali Stres dan kendalikan stres dengan trik-trik simpel namun jitu cegah stres okeh…
(_Dari berbagai sumber_)

Cegah dan Kendalikan Stres Yuk!! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mel_anie

0 komentar:

Posting Komentar