Selasa, 10 Februari 2009

SUSU = Kanker ?

Ada seorang ilmuwan yang menderita kanker payudara yaitu penyakit mematikan yang menyerang satu dari 12 wanita di Inggris. Ilmuwan tersebut telah merasakan penderitaan karena kehilangan satu payudara dan telah menjalani radioterapi.Dia menerima kemoterapi yang menyakitkan dan telah diperiksa oleh beberapa ahli spesialis yang paling terkemuka di Inggris.

Untunglah, keinginan untuk hidup mendorongnya untuk menggali fakta-fakta, yang baru sedikit diketahui oleh sejumlah kecil ilmuwan pada waktu itu. Setiap orang yang berhubungan dengan kanker payudara akan tahu bahwa beberapa faktor resiko - seperti usia tua, menstruasi terlalu dini, menopause terlambat dan sejarah keluarga dengan kanker payudara, sungguh-sungguh tidak dapat kita cegah. Tetapi ada banyak faktor resiko lainnya yang dapat kita kendalikan dengan baik.

Faktor-faktor resiko yang ‘terkontrol’ ini dengan mudah terwujud dalam perubahan-perubahan sederhana yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita untuk mencegah atau mengobati kanker payudara. Petunjuk pertama dalam memahami penyebab berkembangnya kanker payudara didapat oleh ilmuwan tersebut pada saat ia mendapatkan ramuan dari cina yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

“Mengapa wanita-wanita di Cina tidak terkena kanker payudara?”
Penyakit ini boleh dikatakan tidak terdapat di seluruh negeri Cina. Hanya 10.000 wanita di Cina meninggal karena penyakit ini, dibandingkan dengan persentase menakutkan bahwa satu di antara 12 wanita di Inggris meninggal dunia karena penyakit ini, dan bahkan angka ini lebih mengerikan lagi menjadi rata-rata satu di antara 10 wanita di sebagian besar negara-negara Barat. Hal ini bukanlah karena Cina merupakan negeri yang lebih bersifat pedesaan, dan tidak banyak terkena polusi perkotaan. Di daerah Hong Kong yang padat, persentase meningkat menjadi 34 di antara 10.000 wanita, namun toh masih jauh lebih sedikit daripada di Barat.

Kota-kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang juga memiliki persentase yang hampir sama dengan Cina. Padahal kedua kota ini telah diserang dengan senjata nuklir, sehingga selain kanker yang berhubungan dengan polusi, kita dapat memperkirakan adanya kasus-kasus kanker yang terkait dengan radiasi.

Kesimpulan yang dapat statistik ini sungguh mengejutkan. Apabila seorang wanita Barat pindah ke kota industri Hiroshima yang telah teradiasi, resiko terkena kanker payudara ini dapat menjadi satu berbanding dua. Tentu saja hal ini tidak masuk akal. Ilmuwan ini merasa yakin bahwa ada sebuah faktor gaya hidup yang bukan terkait dengan polusi, urbanisasi atau lingkungan hidup yang nyata-nyata telah meningkatkan kemungkinan wanita Barat terkena kanker payudara.

Penyebab perbedaan besar dalam persentase kanker payudara antara negara-negara Timur dan Barat bukanlah karena faktor genetika. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa apabila orang Cina atau Jepang pindah ke Barat, dalam satu atau dua generasi persentase kanker payudara mereka mendekati persentase dari penduduk negara di mana mereka tinggal.

Hal yang sama terjadi apabila orang-orang Timur sepenuhnya meniru gaya hidup Barat di Hong Kong. Sesungguhnya, nama populer yang disebutkan orang di Cina bagi kanker payudara adalah ‘Penyakit Wanita Kaya’. Ini disebabkan bahwa di Cina, hanya orang-orang kaya yang dapat menikmati apa yang disebut sebagai ‘Makanan Hong Kong’.
Orang-orang Cina menggambarkan semua makanan Barat, termasuk semua kudapan dari es krim dan coklat sampai spaghetti dan keju, sebagai ‘Makanan Hong Kong’ karena hanya terdapat di bekas koloni Inggris dan dulu jarang ada di daratan Cina.

Jadi yang menyebabkan kanker payudara dan banyaknya penderita penyakit tersebut hampir dipastikan berasal dari sesuatu yang berhubungan dengan gaya hidup Barat. Angka ini juga besar bagi para pria. Banyak data tentang kanker prostat juga sampai pada kesimpulan yang sama.
Menurut angka dari WHO, jumlah pria yang terkena kanker prostat di Cina pedesaan hampir tidak ada, hanya 0,5 pria di antara 100.000. Namun demikian di Inggris, Skotlandia dan Wales, angka ini 70 kali lebih tinggi. Seperti kanker payudara, penyakit ini merupakan penyakit kalangan menengah dan terutama menyerang kelompok-kelompok sosial yang lebih kaya dan mempunyai kehidupan sosial-ekonomi yang lebih tinggi, yaitu mereka yang dapat menikmati makanan yang bergizi tinggi.

Para peneliti pada tahun 1980-an telah menemukan bahwa hanya 14% kalori di hidangan Cina terdiri atas lemak, dibandingkan dengan hampir 36% di Barat. Tetapi makanan yang telah disantap oleh ilmuwan tersebut selama bertahun-tahun sebelum terkena kanker payudara ini sangat rendah lemak dan berserat tinggi. Sebagai ilmuwan dia tahu bahwa asupan lemak pada orang dewasa tidak menunjukkan peningkatan resiko kanker payudara dalam sebagian besar investigasi yang telah dilakukan pada kelompok-kelompok besar wanita selama dua belas tahun.
“Orang-orang Cina tidak makan produk dari susu!”

Banyak orang Cina yang tidak dapat mencernakan susu dengan baik, susu hanya untuk bayi, tidak ada orang Cina yang hidup secara tradisional, yang menggunakan susu sapi atau produk dari susu untuk memberi makan kepada bayinya. Dalam adat istiadat mereka, mereka menggunakan inang penyusu tetapi tidak pernah produk dari susu.

Secara budaya, orang-orang Cina menganggap gaya Barat kita yang sangat menyukai susu dan produk dari susu sebagai sesuatu yang sangat aneh. susu adalah salah satu penyebab umum alergi makanan . Sekitar 70% penduduk dunia tidak dapat mencernakan gula susu, laktosa, sehingga para ahli gizi berpendapat bahwa kondisi ini normal bagi orang dewasa, dan bukan merupakan sebuah defisiensi (kekurangan). Mungkin alam berusaha mengatakan kepada kita bahwa kita telah mengkonsumsi makanan yang salah.

Sebelum dia terkena kanker payudara untuk pertama kali, dia telah makan banyak produk dari susu, seperti susu tanpa lemak, keju rendah lemak dan yoghurt. Dia menggunakannya sebagai sumber protein yang utama. Dia juga makan daging cincang sapi yang tidak berlemak, mungkin sering berasal dari sapi perahan.

Yoghurt telah terlibat dalam kanker ovarium (indung telur) .
Dr Daniel Cramer dari Unversitas Harvard telah meneliti ratusan wanita penderita kanker indung telur dan telah mencatat dengan rinci apa yang biasa mereka makan. hentikan yoghurt tetapi semua produk dari susu, saat ini juga. Keju, mentega dan yoghurt serta semua makanan yang mengandung susu
Betapa mengherankan bahwa begitu banyak produk termasuk sup buatan, biskuit dan kue mengandung susu. Bahkan banyak merek margarin yang dijual dengan bahan dari minyak kedelai, minyak bunga matahari atau minyak zaitun dapat mengandung produk susu Kemudian ilmuwan ini menghapuskan produk-produk dari susu. Beberapa hari kemudian benjolan itu mulai mengecil.

Sekitar dua minggu setelah seri kemoterapinya yang kedua dan seminggu setelah tidak mengkonsumsi produk dari susu, benjolan di lehernya mulai terasa gatal. Kemudian benjolan itu melunak dan mengecil. Garis di alat pengukur, yang tadinya tidak menunjukkan perubahan, sekarang menunjuk ke bawah setelah tumor itu menjadi kecil dan mengecil lagi.

Sekitar enam minggu setelah tidak mengkonsumsi produk-produk susu, tidak ditemukannya lagi benjolan. Ternyata tidak seorangpun dari dokter-dokter yang memperkirakan bahwa seseorang dengan jenis dan stadium kanker (yang jelas-jelas sudah menyebar ke sistem getah bening) dapat bertahan hidup, apalagi begitu sehat dan gembira.

Sangat sulit bagi kita, untuk menerima bahwa sebuah zat yang begitu ‘alami’ seperti susu dapat berdampak begitu mencelakakan bagi kesehatan. Tetapi ini merupakan bukti hidup bahwa hal itu benar-benar terjadi.

SUSU = Kanker ? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mel_anie

5 komentar:

  1. ternyata seperti itu yah.

    ternyata banyak orang yang alergi dengan susu yah :)

    oyah jika susu sapi berbahaya bukankah bisa diganti dengansusu kambing?

    tanya ajah. tak ngerti tentang susu

    BalasHapus
  2. Susu kambing memiliki khasiat menyembuhkan penyakit jaundie (sakit kuning), asma, lelah, eksim (penyakit kulit), migren (sakit kepala), bronchitis, TBC, asam urat, impotensi dan darah tinggi. Di samping itu, lemak susu kambing lebih lembut dan mudah ditelan.

    Bahkan di Australia,susu kambing/domba dikatakan sebagai the only alternative, karena kemampuannya yang bias menggantikan Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi. Hasil survei United Departement of Agriculture, susu kambing baik untuk berbagai keadaan terutama mencegah penyakit. Malah dianjurkan untuk penderita penyakit TBC, asma, anemia, hepatitis, kram otot dan tukak lambung.

    Manfaat lain
    Sedangkan manfaat lain susu kambing ini aman bagi tubuh dan dapat menetralisir asam lambung, menambah vitalitas dan daya tahan tubuh, mengatasi masalah impotensi dan mengoptimalkan pertumbuhan pada anak.
    Mengenai komposisi kimiawi susu kambing Etawa mengandungprotein, lemak, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, magnesium,besi, natrium, kalium, Vitamin A, B1 (IU), B2(mg), B6, B12, C, D, E,Niacin, V, Asam Pantotenant, Kolin dan Inositol.Keunggulan lainnya, susu kambing tidak mengandungbeta-lactoglobulin.


    Senyawa alergen itu sering disebut sebagai pemicu reaksi alergi seperti asma, bendungan saluran pernapasan,infeksi radang telinga, eksim, kemerahan pada kulit, dan gangguan pencernaan makanan.

    Meski tidak membawa dampak alergi atau berisiko rendah menimbulkan alergi, jangan mengartikan susu kambing dapat dijadikan obat untuk menghilangkan reaksi alergi. Sekalipun ada beberapa kasus alergi hilang karenamengkonsumsi susu kambing.
    Rantai asam lemak susu kambing lebih pendek dibanding susu sapi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap sistem pencernaan manusia.Kandungan asam kaprik dan kapriliknya mampu menghambat infeksi terutama yang disebabkan oleh cendawan candida. Susu kambing juga tidak mengandung agglutinin yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti pada susu sapi.
    Itu sebabnya susu kambing mudah diserap usus halus.

    Susu kambing menyumbangkan 32,6% kalsium dan 27,0% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sementara susu sapi hanya memberikan 29,7% kalsium dan 23,2% fosfor dari kebutuhan dasar harian. Sebagai sumber kalsium, susu kambing bagus untuk pemeliharaan kekuatan dan kepadatan tulang.

    Dalam proses mineralisasi tulang, kalsium dan fosfor membentuk kalsium fosfatkomponen utama mineral kompleks yang membentuk struktur dan kekuatan kepada tulang. Kalsium melindungi sel usus besar dari risiko kanker akibat zat kimia yang melewatinya, mencegah pengeroposan tulang setelah masa menopause atau radang sendi, mencegah migrain, menurunkan risiko timbulnya gejala sindroma premenstrual haid.

    Ia juga berperan pada sejumlah kegiatan fungsional seperti proses pembekuan darah, merangsang saraf, kontraksi otot, pengaturan aktivitas enzim, pemberdayaan fungsi membran sel, danpengaturan tekanan darah.

    Anak yang mengkonsumsi susu kambing memiliki kepadatan tulang yang baik, kadar hemoglobin meningkat, serta kecukupan vitamin A, B1, B2 dan B3 yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak dan saraf. Asam amino yang mengandung unsur belerang metionin, sistin, dan sistein penting untuk membangun kesehatan otak dan sistem saraf. Sistein dan asam amino lainnya juga berperan dalam pembentukan sel darah penawar racun (detoksifikasi) bahan-bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

    BalasHapus
  3. minum susu boleh aja lah!!segala macam penyakit pastilah ada obatnya...Obat tumor dan kanker aja udah ditemukan bukan dari obat sintesis tapi dari alam...nah sebenarnya masih banyak potensi alam yang masih belum tergali di indonesia apalagi tanaman obat yang belum teridentifikasi...wah2... masih banyak kesempatan loh kalau mau jadi seorang penemu,heheehehe!^-^

    BalasHapus
  4. trus, bagaimana dengan anak2 kita yang kita beri susu,baik ndak?

    BalasHapus
  5. kita dari kecil sudah dicuci otak yaitu 4 sehat lima sempurna, jadi jika enggak ada susu tidak sempurna. sama saja kita selalu dikasih tahu 1+1=2 padahal 1 suami+1 istri= 4 org sekedar contoh saja. bahkan yang lebih ekstrim lagi 5 roti+2 ikan= bisa buat makan 5000 org... nah kenapa susu dari dulu diagung agungkan? apakah ada yang pihak negara atau kelompok yang diuntungkan? Semua itu harus dicari... contoh buku the miracle of enzim menyatakan bahwa susu membuat keropos tulang ditulis oleh prof dari japan. bukunya dapat di beli di gramedia warna hijau. nah kontradiksi selama ini yang kita dapati... itulah kehidupan... :)

    BalasHapus